Tuesday, May 24, 2011

job.. job... job

Ini adalah salah satu hasil dari semasa PKL di erlangga. ilustrasi ini dibuat untuk buku bahasa mandarin tingkat sekolah dasar. =)

wish this is everlasting love =)

Saturday, May 14, 2011

entrepreneur action !


WALT DISNEY

Membangun Kerajaan Hiburan Keluarga
 
           The Wonderful World of Disney dan merupakan gambaran seseorang
yang telah berhasil mencapai segala sasaran cita-citanya. Kehidupan Walt
Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang
kaya. Barang siapa ingin sukses, harus bekerja berat, pantang menyerah,
dan lebih mengikuti kegandrungan. Walter Elias Disney dilahirkan di
Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya, Flora Call, adalah wanita
Jerman, sedangkan ayahnya, Elias Disney, seorang keturunan Irlandia
Kanada. Namun ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walt
Disney yaitu gagasan bekerja sendiri terutama karena ia telah mendengar
bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu.
Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri
sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan
orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan.
Disney, bersama dengan seorang teman, Ube Iwerks, mendirikan
agen seni periklanannya yang pertama. Pelanggannya yang pertama
adalah suatu rangkaian restoran. Disney dan temannya berhasil membuat
kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di
bangunan restoran baru itu tanpa membayar sedikit pun. Sebagai
imbalan, mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran itu.
Di samping bekerja untuk memenuhi kontrak ini, mereka bebas untuk
mengerjakan proyek lain. Untuk menarik pelanggan, Walt merancang
suatu rencana khusus. Ia akan pergi ke suatu toko atau perusahaan dan
mencari tahu apakah mereka mempunyai suatu bagian seni. Orang yang
memegang pimpinan mungkin menjawab bahwa bagian itu tidak
diperlukan. Lalu Walt akan menawarkan jasanya atas dasar freelance,
hubungan lepas. Kalau perusahaan itu tidak mempunyai pekerjaan yang
harus dikerjakannya, tidak apa-apa. Tetapi kapan pun ada pekerjaan
semacam itu yang harus dikerjakan, Walt dan temannya siap memberikan
jasanya. Dalam waktu singkat, cara kerja semacam itu memungkinkan
Walt dan temannya menabung cukup banyak uang yang tak mungkin
dikumpulkannya andaikan mereka bekerja pada satu perusahaan saja.
Bisnis ini tampak memberikan harapan besar, tetapi pada suatu hari
Walt menemukan suatu iklan dalam koran yang menyatakan bahwa
Kansas City Film Ad Company memerlukan seorang kartunis. Ia
menghadapi dilema: Apakah ia akan mempertahankan bisnisnya dengan
Ube atau akan mencoba memenuhi impian sejak masa kanak-kanaknya
untuk membuat animasi kartun? Sekali ia telah menguasai kemahiran
baru, tak ada yang akan menghalanginya memulai usahanya sendiri
kembali.
             Pertimbangan ini mendorongnya menerima pekerjaan itu. Pada tahun
1920, Disney akhirnya memasuki dunia animasi kartun.
KC Film Ad Company memegang tanggung jawab atas segala aspek
iklan film dan tak berapa lama menyadari kemampuan kartunis muda ini.
Tak lama sesudah mulai, Walt diberi tugas membuat poster seorang pria
yang mengenakan topi menurut mode mutakhir. Walt menggambar poster
itu, tetapi hidung orang itu digantikan dengan gambar bohlam! Ketika
poster itu ditampilkan di layar, bos berseru: “Akhirnya muncul sesuatu
yang baru di tempat ini. Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik
ini.”
                   Keorisinilan dan visi Walt tentang barang-barang di sekelilingnya
membuat beberapa teman dan atasan kurang senang. Mereka sebenarnya
iri dan menganggapnya pengacau. Oleh sebab itu, mereka tidak mau
membiarkannya mencoba suatu teknik baru untuk menyempurnakan
kartun-kartunnya. Ia mempunyai gagasan cemerlang membuat beberapa
lukisan dan seluloid, lalu memotretnya dan menumpuknya dan akhirnya
memfilmkannya. Pimpinan tidak mau mendengar hal semacam itu.
Mereka merasa bahwa cara kerja mereka yang lama sudah cukup
memberikan hasil sampai saat itu. Mereka tidak melihat alasan untuk
mengubah teknik-teknik mereka, karena dengan cara itu pun para
pelanggan sudah puas. Walt Disney tahu bahwa ia benar. Setelah
berbulan-bulan membujuk bosnya, Walt akhirnya diperbolehkan
membawa pulang salah satu kamera perusahaan untuk melakukan
beberapa percobaan.
                  Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, ia mulai
membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil
rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasilnya kepada seorang
pemimpin bisokop terkenal. Orang itu sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan
teknik film Walt sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film
kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop.
Pada mulanya kartun-kartun ini dimaksudkan untuk menggantikan
iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar
selama selang waktu. Walt menyebut film-film itu “Laugh-O-Grams”. Filmfilm
kartun Walt disenangi penonton dan sejak itu di Kansas City, Walt
Disney tidak lagi diejek sebagai si orang muda eksentrik tetapi disegani.
Gajinya naik. Dalam waktu singkat Disney menjadi orang terkenal di kota
itu.
                     Ia mengembalikan kamera yang dipinjamnya dan membeli kamera
sendiri dengan uang simpanannya. Film-film kartun menjadi semakin
populer. Walt Disney menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha
kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal sebesar
$15.000. Ia mempekerjakan beberapa magang dan seorang salesman
untuk mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City. Impiannya
untuk mandiri menjadi kenyataan pada waktu ia baru berumur 20 tahun.
Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film untuk bekerja
sendiri sepenuhnya. Tetapi sukses tidak terjadi dengan sendirinya. Biaya
produksi tinggi dan sikap perfeksionis Walt Disney (yang membuatnya
menanamkan kembali semua uangnya untuk memperbaiki hasilnya), di
samping pasaran yang sangat terbatas, segera mengakibatkan
kebangkrutan.
                 Ini merupakan masa suram dalam hidupWalt Disney, ia telah
beranggapan bahwa masa sulitnya akhirnya berlalu. Ia tidak beruang
sedikit pun dan terpaksa tinggal di bengkel dengan makan dan tidur di
sebuah bangku kecil, satu-satunya perabot yang ia miliki. Lebih buruk
lagi, sekali seminggu ia harus pergi ke stasiun kereta api untuk mandi.
Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi
untuk mendidik anak-anak pentingnya menyikat gigi. Pada suatu malam,
dokter gigi yang memesan kartun ini datang menemuinya dan
mengajaknya ke kantornya. “Tidak bisa,” jawab Disney. “Mengapa?” tanya
dokter itu. “Karena saya tidak punya sepatu. Satu-satunya sepatuku ada
di tempat tukang sepatu untuk direparasi, dan saya tidak punya uang
untuk mengambilnya.”
                  Walaupun menghadapi keadaan yang serba menyusahkan. Walt
Disney tidak putus asa. Ada sebuah gagasan di otaknya. Pada suatu
malam bulan Juli 1923, dengan membawa semua uang di dalam saku
baju setelan tuanya dari kain minyak berwarna abu-abu, pemuda kurus
kering ini naik kereta api menuju Hollywood. Ia bertekad kuat untuk
menjadi orang penting dalam dunia perfilman.
                Ketika tiba di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu di antara banyak
orang yang mengharapkan mewujudkan cita-citanya. Kakaknya Ray telah
tinggal di California beberapa waktu lamanya, dan ia dengan senang hati
mengundang adiknya tinggal di rumahnya. Walt mulai mengunjungi
studio-studio film satu per satu. Ia bersedia bekerja apa saja asal ada
hubunganya dengan perfilman.
                 Untuk maju dalam suatu bidang keahlian khusus, orang harus masuk
ke dalamnya apa pun pengorbanannya. Disney segera menyadari betapa
sulitnya masuk ke studio-studio film Hollywood. Banyak orang lain
sebelum dirinya telah melamar kerja, tetapi ditolak. Walt Disney tidak
menjadi patah semangat karenanya. Kalau ada orang lain yang berhasil
masuk, mengapa ia tidak? Di matanya, ada dua macam orang: Mereka
yang merasa kalah dan terlantar bila mereka tak dapat menemukan
pekerjaan dan mereka yang dapat mencari penghasilan dengan cara apa
pun dalam masa sulit. Disney selalu berusaha keras agar termasuk dalam
golongan kedua.
                      Pengalaman mengajarkannnya bahwa orang harus sepenuhnya
mengandalkan diri sendiri. Ia kembali ke papan gambar dengan kemauan
keras untuk mencari tempat bagi dirinya. Ia menggambar film-film komik
dengan maksud dijual kepada pengusaha bioskop. Ada seorang pemilik
gedung bioskop yang begitu tertarik sehingga ia membeli berseri-seri film
komik. Ia bahkan memesan rangkaian cerita Alice in Wonderland yang
telah mulai dibuat oleh Walt Disney di Kansas. Kepada Disney ditawarkan
uang $1.500. Jumlah sebesar itu jauh lebih besar daripada yang
diharapkan. Rangkaian seri Alice in Wonderland ini diputar berurutan
sampai tiga tahun. Dengan hasil penjualannya Walt Disney bisa membeli
rumah dan bahkan membangun studio filmnya sendiri. Sesudah film-film
Alice in Wonderland, Walt ingin menciptakan sesuatu yang baru dan
benar-benar orisinil. Maka lahirlah makhluk kecil cerdik yang disebutnya
“Mickey Mouse”, nama yang diberikan oleh istri Disney, Lillian Bounds.
Mickey Mouse dengan cepat menjadi bintang tenar di seluruh dunia, dan
bahkan lebih terkenal daripada banyak bintang Hollywood. Walaupun
demikian, pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey
dengan kurang bersemangat.
                   Kira-kira pada waktu itu, film berbicara mulai muncul dan orang mulai
memboikot film bisu. Disney pun bereaksi. Dengan kelompok
pembantunya, ia memperkenalkan suatu metode baru untuk
mensinkronkan suara dan animasi. Walt terus mencari teknik-teknik baru
untuk memperbaiki kemahirannya. Ia menerapkan pula proses teknik
warna yang baru. Dengan teknik baru ini ia tidak perlu lagi menggunakan
kombinasi dua warna. Dalam film Bambi, ia menggunakan 46 rona warna
hijau untuk hutannya. Kartun berwarnanya yang pertama, Silly
Symphony, membuat para penggemar film kegirangan.
Disney makin menyadari bahwa kalau ia mau terus berkarya dengan
skala yang lebih besar, ia harus membangun suatu kelompok berotak
cerdas, artinya ia harus mengelilingi dirinya dengan asisten-asisten orang
pintar yang mampu menawarkan produk bermutu. Untuk memantapkan
diri, ia harus melatih sendiri para asistennya.
Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu
sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Ia tahu bahwa satusatunya
cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursuskursus
latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu
lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar,
ia memutuskan pada tahun 1930 untuk mendirikan sekolahnya sendiri,
tempat ia akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada caloncalon
kartunis. Sekolah itu segera mulai tampak seperti kebun binatang.
Soalnya, untuk membuat tokoh-tokoh kartunnya lebih realistik Disney
telah mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi kehidupan
nyata dengan berbagai binatang yang diamati oleh para siswa dalam
aneka perilaku dan sikapnya selagi tidur, terjaga, makan, dan lain-lain.
Pengamatan ini akan membantunya pula untuk membuat film-film
dokumenter tentang keajaiban alam pada waktu yang akan datang. Pada
tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk
karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini ia
membutuhkan waktu dua tahun penuh kerja keras. Film tersebut
merupakan salah satu karya besarnya.
                  Tidak lama sesudah itu, ia membangun studio film modern di
Burbank, California. Di tempat itu ia akan mempekerjakan sebanyak
1.500 orang. Sampai di situ ia tampaknya telah mencapai apa yang
diimpikannya. Setahap demi tahap ia menjadi apa yang diinginkannya
dahulu. Ia hanya bekerja dengan baik kalau ada hambatan yang harus
diatasi. Ia khawatir bila segala sesuatu berjalan dengan terlalu lancar
karena ia takut terjadinya perubahan mendadak dalam situasi ini.
Setelah Perang Dunia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa
kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster
perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios,
dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. Ia
sering bekerja sampai larut malam. Konon, ia sering membongkarbongkar
keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada
keesokan harinya ia akan menyuruh asistennya untuk meneliti apa yang
ditemukannya. Katanya, potongan-potongan kertas ini seringkali
mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan
film-film besarnya, antara lain Cinderella, Peter Pan, dan Bambi.
Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland
mulai berkembang. Pada waktu itu, semua temannya, terutama bankirbankirnya,
menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Sekali lagi, Disney
akan menunjukkan bahwa impian manusia dapat menjadi kenyataan.
Gagasan menciptakan Disneyland muncul, ketika ia berjalan-jalan di
taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Ia membayangkan
sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu
dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Ketika Walt Disney akhirnya
memutuskan untuk proyek tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun
dapat mengubah keputusannya.
           Disneyland akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada tahun
1955. Hari itu hari besar bagi Walt Disney. Ia berkata bahwa andaikata ia
tidak mendengarkan dirinya sendiri, tamannya ini tidak akan selesai.
Inilah, akhirnya, sesuatu yang dapat ia sempurnakan terus-menerus.
Pada tahun 1985, Disneyland menyambut pengunjungnya yang ke-250
juta. Walt Disney yang besar: penerima 900 tanda kehormatan, 32 Oscar,
lima Emmy, dan lima doktor honoris causa, perintis sejarah animasi, dan
salah seorang manusia terkaya di dunia. Ia telah mewujudkan impianimpiannya
jauh melebihi harapannya yang paling muluk.
 
Sumber : Sutrisno Eddy, Buku pintar tokoh-tokoh bisnis, Penerbit Intimedia & Ladang Pustaka Jakarta

B.E.S.T.I.E.S



heiho.. 
they're my bestfriends ✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿


  Semua pertemuan terjadi di sekolah. Ada yang kenal semenjak SMP tapi ada juga yang kenal pas SMA. Dengan mereka aku berbagi suka dan duka. kadang kami juga buat hal-hal konyol untuk menghibur diri. apalagi pas jamannya SMA. banyak hal konyol yang ada. namanya juga anak SMA, jadi puas-puasin jadi anak bandel tapi masih dalam batas wajar lho. xixixi

 




"I hope we will become a part of life forever"






thx for everything my friends ❤❤❤

heiho !


Heii , i'm a newbie ^-^
 
ini postingan pertamaku. horaii   (✿◠‿◠)
aku biasa dipanggil dengan nama pipid. padahal nama panjangku Riska Puspita Sari. entahlah itu panggilan asal usulnya darimana.yang jelas nama Riska itu adalah nama gabungan orang tua aku.
sekarang aku berumur 20 tahun dan aku kuliah di Poloteknik Jakarta jurusan dasain grafis. karena sekarang udah semester 6 jadi aku lagi siap-siap untuk tugas akhir. errggghhh.... mumet rasanya mikirin itu semua. tapi mau diapan lagi, semua harus dihadapin.

SEMANGAT  !!!!!!



 
My icon ^^
created by pipid